contoh makalah seni grafis

Makalah Seni Grafis - Makalah ini saya sebar luaskan agar mempermudah anda untuk mencari tugas sekolah. Penyusunan Makalah ini meliputi Pengertian Seni Grafis, Sejarah Seni grafis, Cara membuat karya seni grafis. Silahkan jika anda ingin mendownload Makalah ini atau mengcopy agar mencantumkan Daftar isi dari blog Makalah ini. 



KATA PENGANTAR
Puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianya,sehingga penulis dapat menyelesaikan MAKALAH INI ini. Dengan judul Seni Grafis
Adapun penulis mengharapkan, makalah ini dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi pembaca pada umumnya dan penulis khususnya. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Walaupun demikian semoga hasil dari makalah ini dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya..
Dengan keterbatasan ilmu dan pengetahuan yang penulis miliki, karya tulis ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan. 
                                                                                  Banjar,    Januari 2016

  
                                                                               Warnet Kharisma Banjar (Sansan Pradita)







BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Permasalahan
                  Perkembangan seni rupa kontemporer kini sudah mulai banyak memberikan dampak positif terhadap berbagai kalangan. Baik itu orang yang awam terhadap dunia seni rupa bahkan seniman-seniman sekalipun turut andil dalam meramaikan masa seni rupa kontemporer. Segala sesuatunya kini sudah menjadi sangat mudah dan dapat dilakukan oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun. Ini merupakan suatu kemajuan dunia seni rupa.
                  Namun jika ada dampak positif maka dampak negatif pun perlu kita sortir sebagai bahan evaluasi. Contohnya saja dalam hal perkembangan seni murni, saat ini banyak orang yang mencampur-adukan bahkan mengubah image seni murni menjadi desain. Bisa saja hal ini dilakukan, karena termasuk ke dalam hal eksplorasi karya. Namun istilah seni murni itu sendiri sejalannya waktu akan pudar apabila istilah seni murni tidak diaplikasikan ke dalam praktiknya.
                  Kita ambil salah satu bagian dari seni murni yaitu seni grafis. Banyak orang yang kerap kali lebih memilih mengerjakan suatu karya secara instan. Menggunakan berbagai teknologi mutakhir untuk mendapatkan hasil karya yang memuaskan “bagi dirinya”. Menganggap seni grafis merupakan sesuatu yang sudah “out of date”. Sungguh ironis bagi perkembangan seni grafis, karena akan menjadi lamban sejalan dengan berkembangnya seni rupa kontemporer. Menggunakan berbagai teknologi mutakhir untuk menyamakan dengan hasil karga seni grafis memang hasilnya terlihat sama, lebih rapih, bersih dan penuh eksplorasi warna. Namun nuansa rasa, goresan-goresan serta nilai estetis yang pada karya itu tidak nampak sama sekali, dan akan terasa berbeda dibandingkan karya grafis yang pengerjaannya manual.
                  Ini merupakan suatu tantangan bagi para penggemar seni grafis untuk membangkitkan kembali gairah dunia grafis. Dengan cara memperkaya teknik pengerjaan, eksplorasi warna serta media yang digunakan. Agar nama seni grafis pada wilayah seni murni tidak akan pudar bahkan beralih ke wilayah desain. Oleh sebab itu penulis mengambil judul makalah ini “Eksplorasi Warna pada Cetak Grafis I dengan Tema Animal Figure
     
B.     Rumusan Masalah
1.      Pengertian Seni Grafis
2.      Apa Fungsi dan Peranan Seni Grafis ?
3.      Seperti Apa Sejarah Seni Grafis?
4.      Apa saja yang dibutuhkan dalam membuat karya grafis?
5.      Bagaimana teknik pengerjaan karya grafis?
6.      Bagaimana proses pewarnaan grafis?
7.      Seperti apa hasil akhir karya yang diperoleh?

C.    Tujuan
1.      Mengetahui Pengertian Seni Grafis
2.      Mengetahui Sejarah Seni Grafis
3.      Mempertahankan seni grafis sebagai bagian dari seni murni
4.      Memperkenalkan seni grafis kepada masyarakat awam
5.      Memenuhi tugas prasyarat UAS mata kuliah Seni Grafis I
6.      Melatih keterampilan mahasiswa dalam membuat karya ilmiah


BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Seni Grafis
           Seni grafis adalah cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan teknik cetak, biasanya di atas kertas. Kecuali pada teknik Monotype, prosesnya mampu menciptakan salinan karya yang sama dalam jumlah banyak, ini yang disebut dengan proses cetak. Tiap salinan karya dikenal sebagai 'impression'. Lukisan atau drawing, di sisi lain, menciptakan karya seni orisinil yang unik. Cetakan diciptakan dari permukaan sebuah bahan, yang umum digunakan adalah: plat logam, biasanya tembaga atau seng untuk engraving atau etsa; batu digunakan untuk litografi; papan kayu untuk woodcut/cukil kayu. Masih banyak lagi bahan lain yang digunakan dalam karya seni ini. Tiap-tiap hasil cetakan biasanya dianggap sebagai karya seni orisinil, bukan sebuah salinan. Karya-karya yang dicetak dari sebuah plat menciptakan sebuah edisi, pada masa seni rupa modern masing-masing karya ditandatangani dan diberi nomor untuk menandai bahwa karya tersebut adalah edisi terbatas.

B. Sejarah Seni Grafis
Seni grafis di Indonesia awalnya adalah media alternatif untuk seniman yang sudah mengerjakan bidang lainnya seperti melukis atau mematung. Secara kronologis seni grafis muncul sekitar tahun 1950-an tokohnya Suromo dan Abdul Salam di Yogyakarta. Membuat karya dengan teknik cukil kayu (woodcut) dan kebanyakan dari karyanya yaitu poster perjuangan. Lalu tokoh yang lain yaitu Baharudin Marasutan (Jakarta) dan Mochtar Apin (Bandung).


      C.     Contoh Karya-Karya Grafis
       ___________

D. Persiapan Peralatan dan Bahan dalam Membuat Karya Grafis
Peralatan yang Dibutuhkan
·         Pensil (untuk membuat sketsa gambar)

·         Penggaris (untuk mengukur plat dan ukuran kertas sketsa)
·         Ampelas (untuk menghaluskan permukaan plat yang akan dicukil)

·         Spidol (untuk menebalkan/mempertegas sketsa)

·         Kain bekas (untuk menggosok-gosok kertas yang berisi gambar objek, pada saat proses memindahkan gambar dari kertas ke plat karet)


·         Cungkil (untuk mencungkil plat sesuai bentuk gambar)

7.      Roller (digunakan pada saat proses pencetakan yaitu memberi warna pada plat yang sudah dicungkil)


·         Sendok (untuk memindahkan hasil cetakan dari plat ke kertas, dengan cara digosok)

a.       Bahan-Bahan yang Dibutuhkan
·         Kertas HVS
·          Minyak Kayu putih (untuk memindahkan gambar sketsa dari kertas di atas plat, dengan cara dituangkan kemudian digosok-gosok dengan kain)

·         Plat karet

·         Cat khusus cetakan grafis

·         Tiner (untuk menghilangkan sisa-sisa cat yang menempel di tangan atau di plat pada saat semua proses sudah selesai dilaksanakan)


E. Teknik Pengerjaan Karya Grafis
·         Membuat sketsa karya (Sketching)
           Penulis melakukan pengerjaan membuat sketsa di atas kertas HVS terlebih dahulu. Sebelumnya penulis menyesuaikan ukuran plat karet terlebih dahulu. Kemudian antara plat karet yang satu dan yang lainnya ukurannya disamakan.Dengan cara dipotong menggunakan cukil yang pipih seperti cutter. Sketsa yang telah dibuat menggunakan pensil kemudian ditebalkan menggunakan spidol.


·         Penempelan sketsa karya di atas plat (copying and transferring)


            Setelah proses membuat sketsa selesai, proses yang selanjutnya adalah membuat salinan atau fotokopi sketsa dengan jumlah yang sama dengan plat karet, yaitu 3 lembar. Sketsa fotokopian tersebut di pasang di atas plat karet, sesuaikan ukurannya. Lipat bagian sisi-sisi kertas ke dalam, sehingga menutupi bagian permukaan plat karet yang akan diberi gambar. Setelah itu, tuangkan minyak kayu putih di atasnya kemudian gosok-gosok rata ke seluruh permukaan plat dengan menggunakan kain. Lakukan proses pemindahan gambar ke semua plat karet yang disediakan.
·         Pencungkilan plat (grubbing)
            Proses pemindahan gambar telah selesai dilakukan. Proses yang selanjutnya dilakukan adalah mencungkil plat. Ada 3 plat yang harus di cungkil dengan letak cungkilan yang berbeda-beda, yaitu sebagai berikut:

ü  Plat yang dicungkil sebagai background karya,
                  Pada pencungkilan plat ini, maka bagian yang dicungkil adalah bagian objek gambar. Bagian objek gambar dicungkil habis, sehingga hanya menyisakan bagian background.

ü  Plat yang dicungkil sebagai outline objek,
                  Pada pencungkilan plat ini, maka bagian yang dicungkil adalah bagian background. Bagian background dicungkil habis, sehingga hanya tersisa gambar objek saja yang seperti bayangan.

ü  Plat yang dicungkil sebagai isian/penghias bagian objek.


Pada pencungkilan plat ini, maka bagian yang dicungkil adalah bagian dalam objek. Pencungkilan ini menyesuaikan dengan gambaran objek seekor burung. Pencungkilan yang dilakukan dengan tujuan agar memberikan kesan tekstur pada karya. Seperti menggambarkan bahwa bagian yang dicungkil itu adalah bagian sayap burung, paruh burung, mata burung, dan sebagainya.

ü  Proses Pewarnaan
Setelah proses pencungkilan selesai, kemudian penulis melakukan pewarnaan pada plat yang sudah dicukil. Pewarnaannya menggunakan cat khusus untuk cetak grafis.

F. Proses Pewarnaan Karya Grafis (Proses Pencetakan Karya)
Setelah proses pencungkilan selesai, tahap selanjutnya adalah proses pewarnaan, inilah yang dinamakan proses pencetakan karya. Berbagai karya yang dicetak dapat dianggap sebagai karya orisinil dan edisi terbatas. Sehingga bukan plat yang sudah dicukil yang berupa karyanya, itu hanya bagian dari proses kekaryaan. Brikut ini penulis jabarkan mengenai tahap-tahap proses pewarnaan (proses mencetak):
1.       Pada proses pewarnaan pertama kali plat yang di-roll adalah plat yang digunakan untuk bagian background. Ambil warna yang paling gelap terlebih dahulu. Tempelkan di atas kertas, setelah itu kertas dibalik sehingga plat berada dibawah dan posisi kertas berada di atas. Kemudian tunggu kering, tetapi proses pengeringan yang maksimal memakan waktu 1 hari,


1.       Setelah warna background kering, maka proses pewarnaan selanjutnya adalah bagian bayangan objek (bidang objek). Setelah plat di-roll maka tempelkan di atas cetakan background. Sesuaikan ukurannya, kemudian kertas dibalik sehingga bagian plat berada di bawah dan posisi kertas berada di atas. Gosok-gosok secara merata dengan menggunakan sendok. Angkat kertas secara perlahan, mulai dari bagian sudut, hal ini untuk memastikan apakah warna sudah menempel secara keseluruhan atau belum. Jika ada bagian yang masih belum rata, maka dapat ditambahkan cat lagi dengan cara menempelkan cat sedikit saja pada bagian plat, kemudian lakukan lagi proses penggosokan agar warna cetakan menjadi rata. Tunggu cetakan tersebut kering selama 1 hari,)

 1.       Setelah cetakan bagian bidang objek kering, maka proses cetakan berikutnya adalah bagian isian bidang objek. Penulis melakukan 2 teknik pada bagian isian bidang objek, yaitu:
ü  Teknik pertama dilakukan hanya menumpuk warna cetakan (bagian cetakan isian bidang objek ini ukurannya sama dengan plat background dan plat bidang objek). Jadi warna yang dihasilkan nanti adalah warna cetakan background akan tertutup oleh cetakan isian bidang objek. Karena bagian background-nya tidak dicungkil.
ü  Teknik kedua yaitu dengan cara memotong bidang cetakan isian objek. Sehingga hasil cetakan nanti yang menumpuk warnanya hanya di bagian objek
            Biasanya cetakan pertama merupakan cetakan uji coba yang dinamakan edisi. Kemudian apabila hasil cungkilan ternyata kurang terlihat maka plat dapat dicungkil kembali dan dicetak kemabali, inilah bagian yang dinamakan cetakan pertama. Pada bagian karya ditulis nama pembuat karya dan urutan cetakannya.


G. Hasil Karya Grafis
                  Setelah melalui berkali-kali tahap pencetakan dengan cara eksplorasi warna, maka penulis telah mendapatkan karya yang pas untuk judul makalah ini yaitu “Eksperimentasi Warna pada Cetak Grafis I dengan Tema Animal Figure”. Jumlah plat memang ada tiga lembar, tetapi penulis mencoba mencampurkan banyak warna ke dalam karya cetakan. Sehingga timbul beberapa gradasi. Berikut ini merupakan hasil karya yang warnanya sudah dieksplorasi.
  
Pada hasil karya diatas terdapat beberapa warna yang digunakan yakni abu-abu, hitam, kuning, oranye dan merah. Dengan rincian sebagai berikut:
1.       Warna pada background adalah abu-abu dan hitam,
2.       Warna pada gambar pohon adalah oranye dan kuning (pada gambar 24) dan kuning (pada gambar 25), namun karena bertumpuk dengan warna abu-abu ataupun hitam, maka timbul warna hijau.
3.       Warna pada objek burung adalah kuning pada bagian setengah badan dari atas ke bawah, dan merah dari bagian ekor ke atas. Maka ditengah-tengah badan burung akan timbul warna oranye.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
            Membuat karya grafis memang susah-susah tapi mudah. Susah apabila tergesa-gesa dan mudah apabila mengerjakannya dengan sabar dan menikmati prosesnya. Di dalam cetak grafispun tidak hanya satu warna saja yang dipakai, melainkan kita dapat memngolah warna-warna tersebut menjadi sebuah gradasi, sehingga tidak menjemukan ketika dilihat. Mungkin ini salah satu cara penulis untuk memberikan suatu stimulus bagi orang-orang yang mau belajar seni grafis dan mempertahankan eksistensinya di dunia seni murni. Penulis yakin orang-orang lain dapat lebih kreatif dengan berbagai cara, teknik dan media dalam membuat karya grafis agar tidak terkesan monoton.

B. Saran
            Semoga bagi para pembaca dapat menggali lagi pengetahuan dan mengasah lagi keterampilan dalam membuat karya grafis. Dan meningkatkan kreativitas dalam membuat karya grafis. Semoga makalah ini bermanfaat bagi yang membacanya.


DAFTAR PUSTAKA

Hadjar, Saiful. 2005. Senapan Grafis. Kelompok Seni Rupa Bermain: Surabaya.
http://makalah15.blogspot.com/2016/01/contoh-makalah-seni-grafis.html


Sekian Contoh makalah seni Grafis ini, mudah mudahan dapat membantu dalam tugas sekolah dan memenuhi tugas makalah anda. Sampai jumpa di makalah selanjutnya :) 
Silahkan jika anda ingin mendownloadnya !
Powered by Blogger.