Review dan saran pada Drama Tari Agrayuda Dipatiukur

Berikut ini adalah hasil review dari video Pentas Drama Tari Agrayuda Dipatiukur. Dalam review ini berisi Deksripsi, dimana dilaksanakannya pentas drama tersebut, koreografernya, beserta pakaian yang dipakai dalam pentas drama Agrayuda Dipatiukur tersebut. S

Pertunjukan Drama tari Agrayudha Dipatiukur yang digelar oleh Mahasiswa Pendidikan Seni Tari angkatan 2012, di Teater tertutup, Balai pengelolaan taman budaya Provinsi Jawa Barat (Dago Tea House), kota Bandung, jumat (28/5/2015). Adalah sebuah kreatifitas Mahasiswa yang bertujuan untuk membentuk pengetahuan serta keterampilan yang diperolehnya saat duduk di bangku perkuliahan. Koreografernya terdiri atas, Dinar Eka Lazuardi, Egi Rifaldi, Uus Yusuf Rizal, Ardi Lukito. Panitia penyelenggaranya yaitu Indra Gandara. Menurut saya sangat kompak dan bagus para penari drama tersebut tidak ada satupun yang tidak kompak atau menyeleweng. Mereka sesuai dengan perannya masing masing.

Gerakan yang di tampilkan pada drama tari agra yudha di patiukur  sangatlah bagus,memiliki nilai estetika yang sempurna ,sehingga yang menonton drama tari ini tidak akan bosan dan tidak jenuh karena gerakan gerakan nya yang membuat penonton terasa ikut dalam drama tari tersebut. Bunyi dalam drama tari tersebut menggunakan alat instrumental yang berasal dari alat musik ataupun vokal, alat musik seperti saron, bonang, jengglong, goong, suling, gendang. Dalam setiap gerakannya memiliki keindahan dan maknanya sendiri, mempunyai nilai keindahan, nilai moral dan nilai sosial.

Adapun kelemahan di dalam drama tari agra yudha di patiukur ialah bahasa yang di gunakan dalam percakapan tari tersebut menggunakan bahasa sunda ,sedangkan yang menonton kan dari berbagai daerah ,maka seharusnya ada penerjemah / lebih baik menggunakan bahasa Indonesia. Dan suara dari si penari ketika berbicara kurang jelas karena musik.
Banyak kelebihan dibandingkan dengan kelemahannya, dalam berbagai aspek pun telah menunjukkan adanya kelebihan selain itu  drama tersebut seolah seolah kita sebagai penonton berada ditengah tengah kerajaan tersebut dan dapat merasakan. Menurut saya kelemahan yang terdapat dalam drama tari tersebut ialah pada bahasa karena tidak semua orang dapat memahami basa sunda.



Untuk menutupi kelemahan tersebut bisa dengan diadakannya translet bahasa Indonesia karna tidak semua yang menonton dapat memahami dan mengerti basa sunda tersebut. Kesan saya yaitu Tetap berkarya, berinovasi, dan berkreatif. 

Powered by Blogger.