Kumpulan contoh tugas makalah dan pembahasan lainnya

Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Saturday, 14 May 2016

Dampak dari kepadatan penduduk terhadap lingkungan

Kepadatan penduduk ternyata berdampak pula terhadap lingkungan. Banyak sekali dampak kerusakan lingkungan akibat kepadatan penduduk yang berlebihan, seperti contoh sekarang ini di Ibu Kota Jakarta, akibat terlalu padatnya penduduk menyebabkan banyak sekali kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh manusia yang terlalu semrawut di kota tersebut dan di barengi dengan pola hidup yang juga merusak lingkungan sekitar.

Ini adalah contoh beberapa Dampak dari kepadatan penduduk terhadap lingkungan :

Contoh akibat dari kepadatan Penduduk

a.    Berkurangnya Ketersediaan Lahan
Peningkatan populasi manusia atau meningkatnya jumlah penduduk menyebabkan tingkat kepadatan semakin tinggi .Pada sisi lain ,luas tanah atau lahan tidak bertambah.Kepadatan penduduk dapat mengakibatkan tanah pertanian semakin berkurang karena digunakan untuk pemukiman penduduk.

b.    Kebutuhan Udara Bersih
Setiap makluk hidup membutuhkan oksigen untuk pernapasan  .Demikian pula manusia sebagai makluk hidup juga membutuhkan oksigen untuk kehidupanya.Manusia memperoleh oksigen yang dibutuhkan melalui udara bersih .Udara bersih berati udara yang tidak tercemar,sehingga huyakitas udara terjaga dengan baik.Dengan udara yang  bersih akan diperoleh pernapasan yang sehat.

c.    Kerusakan Lingkungan
Setiap tahun, hutan dibuka untuk kepentingan hidup manusia seperi untuk dijadikan lahan pertanian atau pemukiman .Para ahli lingkungan memperkirakan lebih dari 70% hutan di dunia  yang alami telah ditebang  atau rusak parah .Menigkatnya jumlah  penduduk akan diiringi pula dengan meningkatnya  penggunaan sumber alam hayati. Adanya pembukaan hutan  secara liar   untuk dijadikan  tanah pertaniaan atau untuk mencari  hasil hutan sebagai  mata pencaharian penduduk akan merusak ekosistem hutan.

d.    Kebutuhan Air Bersih
Air merupakan kebutuhan mutlak makhluk hidup .Akan  tetapi,air yang dibutuhkan manusia sebagai mkhluk hidup adalah air bersih. Air bersih digunakan untuk kebutuhan penduduk atau rumah tangga sehari-hari.   Bersih merupakan air yang memenuhi syarat kualitas  yang meliputi syarat fisika ,kimia ,dan biologi. Syarat kimia yaitu air yang tidak mengandung zat-zat kimia yang membahayakan kesehatan  manusia. Syarat fisika  yaitu air tetap jernih (tidak brubah warna), tidak ada rasa, dan tidak berbau. Syarat biologi yaitu air tidak mengandung mikrooganisme atau kuman-kuman penyakit.

e.    Kekurangan Makanan
Manusia sebagai mahkluk hidup  membutuhan makanan. Dengan bertambahnya jumlah  populasi manusia atau penduduk, maka  jumlah kebutuhan makanan yang diperlukan juga semakin banyak. Bila hal ini tidak diimbangi dengan peningkatan  produksi  pangan, maka dapat terjadi kekurangan makanan .Akan tetapi,biasanya laju pertambahan penduduk lebih cepat daripada kenaikan produksi pangan  makanan. Ketidakseimbangan  antara bertambahnya  penduduk   dengan bertambahnya   produksi pangan sangat mempengaruhi kualitas hidup manusia. Akibatnya, penduduk dapat kekurangan gizi atau pangan. Kekurangan gizi menyebabkan daya tahan tubuh seseorang terhadap  suatu penyakit  rendah, sehingga mudah terjangkit penyakit.

f.     Pencemaran air

Disebabkan oleh limbah rumah tangga dan limbah industri.

Demikian ulasan serta materi Dampak dari kepadatan penduduk untuk sebagai bahan pembelajaran juga referensi.

Friday, 11 March 2016

Asas-asas Perjanjian Internasional

Asas-asas Perjanjian Internasional


Perjanjian Internasional merupakan sebuah perjanjian yg dirancang pada bawah aturan internasional sang beberapa pihak yang berupa negara atau organisasi internasional. Sebuah perjanjian multilateral dibuat sang beberapa pihak yang mengatur hak dan  kewajiban masing-masing pihak.

Perjanjian bilateral dirancang antara 2 negara. Sedangkan, perjanjian multilateral adalah perjanjian yang didesain sang lebih asal dua negara.
Termin Perjanjian Internasional

pada membentuk perjanjian internasional, negara yang menjalin kerjasama wajib  melewati tahapan-tahapan tertentu sebagai berikut :

1. Negosiasi (negotiation)
negosiasi atau perundingan   ialah hal pertama yang wajib  dilakukan. Secara umum  mungkin teman sudah tau makna berasal negosiasi ini. Istilahnya mirip musyawarah buat mencapai suatu kesepakatan  yg disetujui bersama.
Pada melakukan negosiasi masing-masing negara bisa mengirimkan perwakilannya dengan menunjukkan surat kuasa penuh. Jika telah ada konvensi bersama menyangkut perjanjian ini maka akan dilanjutkan ke proses selanjutnya.

2. Penandatanganan ( Signature)
sehabis dilakukan perundingan   akan terdapat proses penandatanganan. Umumnya proses ini dilakukan oleh menteri luar negeri atau kepala pemerintahan. Buat perjanjian yang pada perjanjian multilateral (negara yg terlibat lebih dari dua ) maka akibat konvensi disebut legal Bila suara telah mencapai 2/tiga bunyi peserta yang hadir buat memberikan bunyi. Namun demikian perjanjian belum bisa diterapkan apabila belum melalui termin ratifikasi (pengesahan) oleh masing-masing negaranya.

3. Pengesahan (Ratification)
Proses yang terakhir sebelum perjanjian itu berlaku adalah pengesahan atau ratifikasi. Suatu negara mengikatkan diri di suatu perjanjian dengan kondisi bila telah disahkan sang badan yang berwenang di negaranya.
Ratifikasi perjanjian internasional dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :
ratifikasi sang badan Eksekutif. Sistem ini biasa dilakukan sang pemerintahan raja-raja sempurna atau otoriter.

Pengesahan oleh Badan Legislatif. Sistem ini jarang dipergunakan.
Ratifikasi adonan sang Badan Eksekutif dan  Legislatif (dpr dan  Pemenrintahan). Sistem ini artinya yang paling poly dipergunakan sebab badan eksekutif dan  legislatif sama-sama memilih pada proses ratifikasi suatu perjanjian.

Asas-Asas Perjanijan Internasional
menurut kesepakatan  Wina 1969, bahwa perjanjian internasional artinya perjanjian yg diadakan oleh dua negara atau lebih, yg bertujuan buat mengadakan akibat-dampak aturan eksklusif. Pada sini yg dapat mengadakan perjanjian internasional ialah hanya negara saja.
Dalam proses perjanjian internasional dikenal beberapa asas. Tujuan pembuatan asas-asas ini artinya buat mengikat negara-negara yang melakukan perjanjian internasional. Adapun Jika terjadi pelanggaran, maka negara yang melanggar harus bersedia menerima konsekuensinya.

Asas-asas tersebut ialah menjadi berikut:
1. Pacta sunt servada, bahwa setiap perjanjian yg telah dirancang harus ditaati oleh pihak-pihak yang mengadakan.

2. Reciprositas, bahwa tindakan sesuatu negara terhadap negara lain itu dapat dibalas setimpal, baik tindakan yg bersifat negatif juga positif.

3.  Courtesy, merupakan saling mengormati serta saling menjaga kehormatan negara.
4. Kecenderungan hak, bahwa pihak yang saling mengadakan hubungan wajib  saling hormat-menghormati.

Berdasarkan Pasal 38 Ayat (1) Piagam Mahkamah Internasional, dinyatakan, bahwa perjanjian internasional, baik yang bersifat awam juga spesifik, mengandung ketentuan-ketentuan aturan yg diakui secara tegas oleh negara-negara yg bersangkutan.
Berkenaan menggunakan pasal tadi, maka setiap negara yg mengadakan suatu perjanjian harus menjunjung tinggi dan  menaati ketentuanketentuan yg tercantum di dalamnya. 

Ini ditimbulkan galat satu asas yang dipakai dalam perjanjian internasional ialah asas pacta sunt servada, yang menyatakan bahwa setiap perjanjian yg telah dirancang wajib  ditaati sang pihak-pihak yang mengadakan.

Penemu Teori Histogen

Penemu Teori Histogen - Pertumbuhan di tumbuhan dapat dibedakan sebagai pertumbuhan primer dan  pertumbuhan sekunder .
Pertumbuhan primer menyebabkan tumbuhan bertambah tinggi atau bertambah panjang. Pertumbuhan primer terjadi di titik tumbuh apikal yang terletak pada dekat ujung akar dan  ujung batang.

Pertumbuhan sekunder terjadi pada bagian kambium, sehingga batang bertambah besar . Pada tumbuhan dikotil, batang akan lebih akbar daripada btg tumbuhan monokotil. Daerah di batang tanaman dibagi menjadi 3 bagian, yaitu wilayah pembelahan, wilayah pemanjangan serta wilayah deferensiasi.

Teori Histogen klasik merupakan teori yang diutarakan oleh Johannes Ludwig Emil Robert von Hanstein pada 1868 menyatakan bahwa ada homogen stratifikasi (=pengelompokan, keadaan yg bertingkat–mirip di istilah “tingkatan sosial“) di ujung batang tanaman angiospermae. Hanstein menyatakan adanya bagian sentra tumbuhan yang diselimuti oleh beberapa lapisan yg tersusun rapi, yang saling menyelubungi menggunakan ketebalan yang kontinu (kamsud gw, kalo contohnya lapisan X setebal 1 mm, maka lapisan X itu akan serta hanya akan setebal itu pada seluruh bagian meristem apikal).

Masing-masing lapisan dianggap terdiri dari beberapa sel meristematis yg saling bertumpukan, yg terletak di bagian paling pucuk dari btg. Beberapa tahun kemudian, interpretasi teori Hanstein terhadap peran masing-masing lapisan telah tidak digunakan lagi, tapi konsep dasar perihal adanya lapisan meristem yg bertingkat pada ujung btg tetap dipergunakan.

Berikut ringkasan teori histogennya Hanstein:
Meristem primer terdiri berasal tiga lapisan sel pembentuk jaringan, yaitu
1) Dermatogen (pembentukan epidermis),
2) Periblem (pembentukan korteks), dan 
tiga) Plerom (pembentukan silinder sentra).

Johannes Ludwig Emil Robert von Hanstein (15 Mei 1822 – 27 Agustus 1880) adalah ahli botani Jerman yang dari berasal Potsdam.
Dia belajar di Gärtnerlehranstalt (Institut Hortikultura) di Potsdam, lalu belajar ilmu di Berlin serta mencapai gelar doktor pada tahun 1848. Di tahun 1855 ia sebagai dosen nabati pada University of Berlin, enam tahun lalu menjadi kurator berasal kerajaan herbarium. Di tahun 1865 ia diangkat sebagai profesor nabati pada Universitas Bonn serta direktur kebun raya.

Hanstein dikenang buat studi di anatomi dan  morfologi tumbuhan. Pada tahun 1868 ia memperkenalkan “teori histogen”buat menyebutkan sikap pucuk apeks di tumbuhan. Bersama teman dekatnya, Natanael Pringsheim (1823-1894), ia melakukan penelitian awal mengenai proses pembuahan pada pakis. Tumbuhan genus Hansteinia berasal keluarga Acanthaceae dinamai berdasarkan namanya.Standar Penulis singkatan Hanst. Dipergunakan buat memberikan orang ini sebagai penulis ketika mengutip sebuah nama nabati .
Disparitas antara Teori Tunika Korpus serta Teori Histogen
pada bagian ujung batang terdapat titik tumbuh. Terdapat dua teori yg berkaitan dengan kegiatan titik tumbuh.

Teori Tunika Korpus dari Schmidt
dari teori tunika korpus, titik tanaman terdiri berasal lapisan, yaitu
1. Lapisan pinggir diklaim tunika, terdiri atas sel-sel yang aktif membelah sehimgga memperluas bagian titik tanaman;
2. Bagian pada disebut korpus, yang terdiri atas sel-sel yang membelah kesegala arah serta berdiferensiasi.

Teori Histogen dari Hanstein
menurut teori histogen, titik tumbuhan terdiri asal tiga lapisan, yaitu menjadi berikut
1. Lapisan luar diklaim dermatogen, pembentukan epidermis;
dua. Lapisan tengah diklaim periblem, pembentukan korteks;
tiga. Lapisan tengah dianggap plerom, pembentukan stele.

Kerajaan Islam di Indonesia

KERAJAAN ISLAM di INDONESIA


a. Kerajaan Perlak
Perlak ialah kerajaan Islam tertua diIndonesia. Perlak adalah sebuah kerajaan menggunakan masa pemerintahan relatif panjang. Kerajaan yang berdiri di tahun 840 ini berakhir di tahun 1292 karena bergabung dengan Kerajaan Samudra Pasai. Semenjak berdiri sampai bergabungnya Perlak dengan Samudrar Pasai, terdapat 19 orang raja yang memerintah. Raja yg pertama artinya Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syah (225 – 249 H / 840 – 964 M). Sultan bernama asli Saiyid Abdul Aziz di tanggal 1 Muhharam 225 H dinobatkan menjadi Sultan Kerajaan Perlak. Sesudah pengangkatan ini, Bandar Perlak diubah sebagai Bandar Khalifah.
Kerajaan ini mengalami masa jaya pada masa pemerintahan Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah II Johan Berdaulat (622-662 H/1225-1263 M).
Eksistensi Kerajaan Perlak didukung oleh adanya / ditemukannya sumber-asal dan  bukti-bukti sejarah (A. Hasjmy, 1989).

B. Kerajaan samudera  Pasai
Kerajaan ini didirikan sang Sultan Malik Al-saleh dan  sekaligus menjadi raja pertama di abad ke-13. Kerajaan samudera  Pasai terletak di sebelah utara Perlak di daerah Lhok Semawe kini   (pantai timur Aceh).
Menjadi sebuah kerajaan, raja silih berganti memerintah pada Samudra Pasai. Raja-raja yg pernah memerintah Samudra Pasai merupakan seperti berikut.
(1) Sultan Malik Al-saleh
(2) Sultan Muhammad (Sultan Malik al Tahir I) yg memerintah sejak 1297-1326.
(tiga) Sultan Malik al Tahir II (1326 – 1348 M). .


C. Kerajaan Aceh
Kerajaan Islam berikutnya di Sumatra ialah Kerajaan Aceh. Kerajaan yang didirikan sang Sultan Ibrahim yg bergelar Ali Mughayat Syah (1514-1528), menjadi penting karena mundurnya Kerajaan samudera  Pasai serta berkembangnya Kerajaan Malaka.
Pusat pemerintahan Kerajaan Aceh terdapat pada Kutaraja (Banda Acah sekarang). Corak pemerintahan di Aceh terdiri atas 2 sistem: pemerintahan sipil pada bawah kaum bangsawan, dianggap golongan teuku; serta pemerintahan atas dasar kepercayaan  pada bawah kaum ulama, diklaim golongan tengku atau teungku.
Aceh mencapai jaman keemasan pada bawah pemerintah Sultan Iskandar belia yg memerintah tahun 1607-1936. Beliau artinya orang yg cakap dan  pemeluk Islam yang taat. Daerah di Semenanjung Malaya, seperti Johor, Kedah, pahang berhasil dikuasai. Demikian jua wilayah Perlak, Pulau Bintan dan  Nias.

Iskandar muda bersikap anti penjajah. Ia bercita-cita bisa mengusir Portugis dari Malaka. Oleh karena itu Iskandar belia beberapa kali menyerang Portugis pada Malaka. Model, tahun 1629, ia melakukan serangan akbar-besaran ke Malaka. Namun sebab persenjataan yg tak seimbang belum berhasil. Portugis pun jua menyerang serta berusaha menguasai Aceh, tetapi selalu dapat dipukul mundur sang tentara Aceh.

Pada masa kekuasaan Iskandar muda disusun suatu Undang-undang ihwal rapikan Pemerintah. Undang-undang itu diklaim adat Mahkota Alam.

Tahun 1636 Sultan Iskandar muda Wafat lalu digantikan Sultan Iskandar thani. Sultan Iskandar Thani memerintah hingga tahun 1641. Raja-raja yang berkuasa selanjutnya lemah. Ad interim tahun 1641 Belanda telah berhasil menguasai Malaka. Usang kelamaan Belanda pun berhasil memasukkan pengaruhnya ke Aceh.
Peninggalan sejarah dari kerajaan Aceh antara lain berupa koin emas, stempel kerajaan, makam Sultan Iskandar belia, Rencong, juga beberapa karya sastra. Pada bidang kesusasteraan dan  ilmu kepercayaan , Aceh sudah melahirkan beberapa ulama ternama, yg karangan mereka sebagai rujukan utama dalam bidang masing-masing, seperti Hamzah Fansuri dalam bukunya Tabyan Fi Ma'rifati al-U Adyan, Syamsuddin al-Sumatrani dalam bukunya Mi'raj al-Muhakikin al-Iman, Nuruddin Al-Raniri pada bukunya Sirat al-Mustaqim, serta Syekh Abdul Rauf Singkili pada bukunya Mi'raj al-Tulabb Fi Fashil.

D. Kerajaan Demak dan  Kerajaan Pajang
Demak merupakan kerajaan Islam pertama pada Pulau Jawa. Kerajaan yg didirikan oleh Raden Patah ini di awalnya artinya sebuah daerah dengan nama Glagah atau Bintoro yg berada di bawah kekuasaan Majapahit. Majapahit mengalami kemunduran di akhir abad ke-15. Kemunduran ini memberi peluang bagi Demak buat berkembang menjadi kota besar  dan  pusat perdagangan. Menggunakan donasi para ulama Walisongo, Demak berkembang menjadi pusat penyebaran kepercayaan  Islam pada Jawa serta wilayah timur Nusantara.

Menjadi kerajaan, Demak diperintah silih berganti sang raja-raja. Demak didirikan oleh Raden Patah (1500-1518) yang bergelar Sultan Alam Akhbar al Fatah. Raden Patah sebenarnya artinya Pangeran Jimbun, putra raja Majapahit. Di masa pemerintahannya, Demak berkembang pesat. Daerah kekuasaannya meliputi daerah Demak sendiri, Semarang, Tegal, Jepara dan  sekitarnya, dan  relatif berpengaruh di Palembang dan  Jambi di Sumatera, serta beberapa wilayah pada Kalimantan. Sebab mempunyai bandar-bandar krusial mirip Jepara, Tuban, Sedayu, Gresik.

Raden Patah memperkuat armada lautnya sehingga Demak berkembang menjadi negara maritim yang bertenaga. Dengan kekuatannya itu, Demak mencoba menyerang Portugis yg pada ketika itu menguasai Malaka. Demak membantu Malaka karena kepentingan Demak turut terganggu menggunakan hadirnya Portugis pada Malaka. Namun, agresi itu gagal.

Dalam bidang budaya poly hal yg menarik yang artinya peninggalan asal kerajaan Demak. Keliru satunya adalah Masjid Demak, di mana keliru satu tiang utamanya terbuat asal pecahan-pecahan kayu yg diklaim Soko Tatal. Masjid Demak dibangun atas pimpinan Sunan Kalijaga. Di serambi depan Masjid (pendopo) itulah Sunan Kalijaga membangun dasar-dasar perayaan Sekaten (Maulud Nabi Muhammad saw) yg hingga sekarang masih berlangsung di Yogyakarta dan  Cirebon.

E. Kerajaan Mataram
Sutawijaya yg menerima limpahan Kerajaan Pajang dari Sutan Benowo kemudian memindahkan pusat pemerintahan ke daerah kekuasaan ayahnya, Ki Ageng Pemanahan, pada Mataram. Sutawijaya lalu sebagai raja Kerajaan Mataram dengan gelar Panembahan Senopati Ing Alaga Sayidin Panatagama.

Pemerintahan Panembahan Senopati (1586-1601) tidak berjalan menggunakan mulus sebab diwarnai sang pemberontakan-pemberontakan. Kerajaan yg berpusat di Kotagede (sebelah tenggara kota Yogyakarta sekarang) ini selalu terjadi perang untuk menundukkan para bupati yg ingin melepaskan diri berasal kekuasaan Mataram, mirip Bupati Ponorogo, Madiun, Kediri, Pasuruan bahkan Demak. Namun, semua wilayah itu dapat ditundukkan. Wilayah yang terakhir dikuasainya ialah Surabaya dengan donasi Sunan Giri.

F. Kerajaan Banten
Kerajaan yg terletak di barat Pulau Jawa ini di awalnya ialah bagian asal Kerajaan Demak. Banten direbut sang pasukan Demak di bawah pimpinan Fatahillah. Fatahillah adalah menantu dari Syarif Hidayatullah. Syarif Hidayatullah artinya keliru seorang wali yg diberi kekuasaan sang Kerajaan Demak buat memerintah di Cirebon. Syarif Hidayatullah mempunyai 2 putra laki-laki , pangeran Pasarean serta Pangeran Sabakingkin. Pangeran Pasareaan berkuasa di Cirebon. Di tahun 1522, Pangeran Saba Kingkin yang kemudian lebih dikenal dengan nama Hasanuddin diangkat sebagai Raja Banten.

G. Kerajaan Cirebon
Kerajaan yg terletak di perbatasan antara Jawa Barat dan  Jawa Tengah didirikan sang keliru seseorang anggota Walisongo, Sunan Gunung Jati dengan gelar Syarif Hidayatullah.
Syarif Hidayatullah membawa kemajuan bagi Cirebon. Waktu Demak mengirimkan pasukannya pada bawah Fatahilah (Faletehan) buat menyerang Portugis di Sunda Kelapa, Syarif Hidayatullah memberikan donasi sepenuhnya. Bahkan di tahun 1524, Fatahillah diambil menantu sang Syarif Hidayatullah. Setelah Fatahillah berhasil mengusir Portugis berasal Sunda Kelapa, Syarif Hidayatullah meminta Fatahillah buat menjadi Bupati pada Jayakarta. Syarif Hidayatullah lalu digantikan sang putranya yg bernama Pangeran Pasarean.

H. Kerajaan Gowa-Tallo
Kerajaan yang terletak pada Sulawesi Selatan sebenarnya terdiri atas 2 kerjaan:
Gowa serta Tallo. Ke 2 kerajaan ini lalu manunggal. Raja Gowa, Daeng Manrabia, menjadi raja bergelar Sultan Alauddin serta Raja Tallo, Karaeng Mantoaya, menjadi perdana menteri bergelar Sultan Abdullah. Sebab sentra pemerintahannya terdapat pada Makassar, Kerajaan Gowa dan  Tallo seringkali dianggap sebagai Kerajaan Makassar.
Sebab posisinya yang strategis di antara wilayah barat serta timur Nusantara, Kerajaan Gowa dan  Tallo menjadi bandar utama buat memasuki Indonesia Timur yg kaya rempah-rempah. Kerajaan Makassar mempunyai pelaut-pelaut yg tangguh terutama berasal daerah Bugis. Mereka inilah yg memperkuat barisan pertahanan laut Makassar.
Raja yang terkenal dari kerajaan ini merupakan Sultan Hasanuddin (1653-1669).

I. Kerajaan Ternate dan  Tidore
Ternate merupakan kerajaan Islam di timur yg berdiri di abad ke-13 dengan raja Zainal Abidin (1486-1500). Zainal Abidin adalah anak didik berasal Sunan Giri pada Kerajaan Demak. Kerajaan Tidore berdiri pada pulau lainnya dengan Sultan Mansur menjadi raja.

Kerajaan yg terletak di Indonesia Timur menjadi incaran para pedagang sebab Maluku kaya akan rempah-rempah. Kerajaan Ternate cepat berkembang berkat yang akan terjadi rempah-rempah terutama cengkih.